BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 15 Juni 2009

materi PHP

Web Content Management System
Dengan PHP dan MySql

Perangkat lunak berbasis web, atau lebih dikenal dengan istilah Aplikasi Web,
berkembang dengan pesat, baik dari segi penggunaan, ukuran, bahasa yang
digunakan dan kompleksitasnya. Aplikasi Web pada mulanya hanya berupa situs
web yang bersifat statis dan navigation oriented, serta cenderung banyak digunakan sebagai serta digunakan sebagai brosur produk atau profil perusahaan online. Pada saat ini Aplikasi Web telah banyak yang bersifat dinamis, interaktif, dan task oriented untuk digunakan dalam sistem informasi, perdagangan, telekomunikasi,perbankan, dan lain-lain. Seiring dengan kemajuan teknologi yang kita rasakan akhir-akhir ini, terutama di bidang pengembangan website, menyebabkan proses pembuatan sebuah website yang baik bukanlah suatu pekerjaan yang sulit lagi seperti yang dibayangkan oleh banyak orang sebelumnya. Di mana-mana dapat kita lihat berbagai website bermunculan dengan bermacam corak dan ragamnya. Mulai dari sebuah website yang sangat sederhana dengan hanya mengandalkan beberapa halaman statis HTML, sampai kepada sebuah website dinamis yang menggunakan teknik pengembangan website yang mutakhir. Tak dapat dipungkiri memang, semuanya ini merupakan hasil dari revolusi informasi dunia internet yang sangat cepat. Sedemikian cepatnya mengakibatkan tidak semua orang dapat mengikuti perkembangan yang terjadi dengan baik. Pertanyaan yang muncul sekarang adalah adakah sebuah sistem yang dapat mengakomodasi perkembangan informasi yang sangat cepat ini dan yang dapat memberikan keuntungan kepada pihak yang menggunakannya? Jawabannya tentu saja ada, yaitu dengan menerapkan sistem yang digunakan oleh Content Management Sistem (CMS).

1 Content Management System
Content Management System atau lebih populer dengan singkatan CMS, pertama kali muncul sebagai jawaban atau solusi dari kebutuhan manusia akan
penyediaan informasi yang sangat cepat. Masih segar dalam ingatan kita, betapa
sederhananya sebuah website di era tahun 90-an. Dengan hanya mengandalkan
Web Content Management System Dengan PHP dan MySql 3 bahasa pemograman HTML dan beberapa gambar serta informasi yang statis, sebuah perusahaan berusaha sebaik mungkin menampilkan iinformasi secukupnya kepada para pengunjung. Setiap kali ada perubahan iinformasi dalam perusahaan, pihak manajeman mau tak mau haruslah berhubungan terlebih dahulu dengan pihak Humas sebelum akhirnya semua bahan diserahkan kepada pihak webmaster. Pihak inilah yang nantinya akan mengadakan perubahan terhadap isi website. Dapat dibayangkan bila hal yang sama terjadi terus-menerus, berulang kali dan dalam kuantitas yang besar, seberapa banyak waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk memproses semuanya. Selain tidak efisien, biaya operasional yang harus dikeluarkan juga sangatlah besar. Tentu saja situasi seperti ini tidak diinginkan oleh setiap orang. Dapat dikatakan sebuah metode atau sistem yang dapat meningkatkan tingkat produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan website sangatlah dibutuhkan. Dan salah satu solusi yang tepat untuk ini adalah dengan menerapkan Con ent Management System atau CMS.
CMS secara sederhana dapat diartikan sebagai berikut: “Sebuah sistem yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya dalam mengelola dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis. Dengan demikian, setiap orang, penyusun maupun editor, setiap saat dapa menggunakannya secara leluasa untuk membuat, menghapus atau bahkan memperbaharui isi website tanpa campur tangan langsung dari pihak webmaster” . Bukankah ini suatu hal yang efisien ? Karena CMS memisahkan antara isi dan desain, konsistensi tampilan dapat senantiasa dijaga dengan baik. Setiap bagian dari website dapat memiliki isi dan tampilan yang berbeda-beda, tanpa harus khawatir kehilangan identitas dari website secara keseluruhan. Oleh karena semua data disimpan dalam satu tempat, pemanfaatan kembali dari informasi yang ada untuk berbagai keperluan dapat dengan mudah dilakukan. CMS juga memberikan kefleksibelan dalam mengatur alur kerja atau ‘ workflow’ dan hak akses, sehingga memperbesar kesempatan berpartisipasi dari pengguna dalam pengembangan website. Hal ini akan sangat menguntungkan bila website yang dikelola memiliki kompleksitas yang tinggi dan mengalami kemajuan
yang cukup pesat.
2 Manfaat CMS
Selain dari beberapa hal yang telah disebutkan di atas, CMS juga dapat
memberikan sejumlah manfaat kepada penggunanya yang dapat dijabarkan sebagai
berikut:
• Manajemen data
• Mengatur siklus hidup website
• Mendukung web templating dan standarisasi
• Personalisasi website

3 Pemanfaatan CMS
CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan
dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:
• Mengelola website pribadi.
• Mengelola website perusahaan/bisnis.
• Portal atau website komunitas.
• Galeri foto, dan lain sebagainya.
• Forum.
• Aplikasi E-Commerce.
• Dan lain-lain.
4 Memilih CMS
Dengan tersedianya berbagai solusi CMS di pasaran, sudah menjadi suatu
keharusan bagi kita untuk memilih sebuah CMS yang akan dipakai dengan
bijaksana. Sama halnya dengan produk software lainnya, setiap penyedia
jasa/produsen CMS tentunya akan menawarkan produk andalan mereka dengan
sejumlah featu e yang terkadang hampir mirip satu sama lainnya. Tidak jarang pula mereka menawarkan solusi yang lain daripada yang lain, tapi apakah itu yang benar-benar kita inginkan?
Ibarat membeli sebuah mobil, kepuasan dalam pemakaian juga memegang peranan penting. Bukan radio, CD player atau AC yang menjadi daya tarik kita membeli mobil tersebut, tapi lebih kepada seberapa jauh mobil tersebut bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula dalam memilih sebuah CMS. Tidak mudah memang menemukan CMS yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita. Bahkan sudah menjadi suatu hal yang biasa, bila kita senantiasa berganti dari satu CMS ke CMS yang lainnya untuk sekedar mencari tahu atau bereksperimen. Bagi dunia bisnis dan dagang, membeli sebuah CMS adalah sebuah investasi yang harus dapat dihitung 'Return On Investment' (ROI) -nya. Hal ini berarti sebuah CMS itu harus dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan kebutuhan di masa yang akan datang dengan segala fungsionalitasnya dan juga memberikan keuntungan. Namun, tidak jarang dikarenakan kurangnya informasi dan pengalaman, investasi tersebut menjadi siasia belaka. Suatu hal yang tentunya sangat tidak kita harapkan terjadi. Untuk dapat memilih CMS yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda sekaligus memperoleh manfaat yang optimal darinya, beberapa langkah berikut mungkin dapat membantu:

1. Kenalilah terlebih dahulu tujuan dan target yang hendak dicapai
dengan penerapan CMS beserta strategi-strategi yang dibutuhkan. Bila
dapat ajaklah semua pihak yang berkepentingan. Kemudian
rumuskanlah di atas kertas dan usahakan memiliki proyeksi jauh ke
depan.
2. Mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan yang anda miliki secara
organisatoris, seperti berapa jumlah penyusun/editor/pengguna yang
ada, lokasi geografis dari pengguna, kemampuan teknis yang dikuasai,
jenis isi yang akan dipublikasikan, dan lain sebagainya. Perlu diingat
juga, setiap orang memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbedabeda.
Cobalah untuk mencari jalan tengah guna menjembatani
perbedaan ini.
3. Menjabarkan kebutuhan teknis yang diinginkan dan yang telah dimiliki,
serta waktu yang dialokasikan untuk mengelola CMS. Yang termasuk di
sini antara lain berapa jumlah personal IT yang bekerja di organisasi
anda beserta keahlian yang dikuasai, hardware dan software yang
dimiliki, dan lain sebagainya.
4. Sebuah prinsip yang harus diperhatikan untuk dua poin di atas, ‘lebih
baik lebih dari pada kurang’. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi
hal-hal yang tidak diduga di masa yang akan datang.
5. Menentukan jumlah biaya yang akan dikeluarkan. Jangan sampai besar
pasak daripada tiang nantinya.
6. Setelah tujuan, strategi dan kebutuhan baik secara organisatoris
maupun teknis telah teridentifikasi dengan baik, inilah saatnya untuk
menentukan jenis CMS apa yang akan dipakai. Saat ini terdapat dua
jenis CMS dipasaran, CMS Komersial dan CMS Open Source.

a. CMS Komersial

Dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan software yang
menjalankan usahanya dengan motif mencari keuntungan. CMS jenis ini
memiliki dan menyediakan hampir semua feature yang diharapkan dari
sebuah CMS dan tentu saja tidak tersedia secara gratis. Setiap pengguna
yang ingin memanfaatkan CMS komersial untuk mengelola website-nya
haruslah membeli lisensi dari perusahaan pembuatnya.Lisensi yang tersedia sangat bervariasi, mulai dari lisensi yang berdasarkan kepada jumlah pengguna sampai kepada lisensi yang sifatnya multiserver dan dari yang berharga ratusan dollar AS sampai kepada jutaandollar AS. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan implementasi yang diharapkan oleh pengguna. Sebagai layanan purna jual, biasanya penyedia CMS akan memberikan pelatihan dan dukungan teknis berkelanjutan kepada para penggunanya. Tidak hanya itu, versi terbaru dari produk yang dipakai juga dapat diperoleh dengan leluasa, dengan cara
mengunjungi area anggota dari website penyedia CMS yang dimaksud.
b. CMS Open Source

Dibuat dan dikembangkan oleh sekelompok orang atau perusahaan
yang intinya memberikan sebuah alternatif murah dan terjangkau kepada
para pengguna. Tersedia secara gratis dan dapat dipergunakan sesuai
dengan kebutuhan tanpa ada batasan. CMS jenis ini juga memberikan akses
kepada penggunanya akan kode-kode pemograman, sehingga memudahkan
pengguna untuk memodifikasi CMS dimasa-masa yang akan datang. Karena
kode pemograman terbuka untuk umum, secara tidak langsung para
pengguna bahu-membahu dalam hal melacak dan memperbaiki bugs yang
ada, menambah dan meningkatkan fungsi dan kemampuan CMS dan
memberikan dukungan teknis dan non-teknis kepada yang membutuhkan.
Sehingga prinsip dari komunitas, oleh komunitas dan untuk komunitas
tidaklah terlalu berlebihan untuk menggambarkan situasi pengembangan CMS
Open Source ini. Walaupun gratis, bukan berarti CMS Open Source tidak
memerlukan lisensi dalam pemakaiannya. Bedanya, lisensi di sini berbentuk
sebuah pernyataan yang biasanya menerangkan bahwasanya software CMS
tersebut dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut dengan syarat
semua kredit dihormati dan kode tetap terbuka untuk umum. Lalu, apakah
seseorang bisa memanfaatkan teknologi ini untuk keperluan komersial? Tentu
saja bisa. Asalkan tidak mengenakan biaya atas CMS yang dipakai kepada
klien, tapi lebih kepada biaya pembuatan dan perawatan website. Saat ini
sudah banyak pihak yang beralih ke CMS Open Source, setelah mengingat
dan menimbang kemampuan yang ditawarkan CMS Open Source tidak
berbeda jauh dengan CMS komersial dan biaya yang terjangkau.

7. Pilihlah CMS yang paling dapat memenuhi semua kriteria yang telah
anda tentukan sebelumnya. Tentunya setelah disesuaikan dengan
kemampuan finansial anda, mengingat implementasi dari CMS
bukanlah suatu hal yang murah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:
a. Mengadakan tender, undanglah penyedia CMS yang anda minati
untuk mengikuti tender dan minta mereka memberikan
penawaran terbaiknya kepada anda sebagai bahan
pertimbangan.
b. Melalui demonstrasi langsung dari produk CMS yang ada di
pasaran. Dari sini anda dapat melihat dengan mata kepala
sendiri, produk mana yang terbaik bagi anda.
c. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh organisasi profesional
independen/konsultan CMS. Secara periodik mereka menyusun
daftar CMS beserta kelebihan dan kekurangannya, sehingga
memudahkan anda mengadakan seleksi tanpa harus
berhubungan langsung dengan para penyedia CMS yang
terdapat di daftar tersebut.
d. Melalui search engine, mailing list, atau dari mulut ke mulut.
Metode ini merupakan metode yang paling mudah untuk
dilakukan dan juga tidak mahal. Kekurangannya adalah
informasi yang anda peroleh bisa jadi kurang lengkap atau tidak
sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jadi adakan juga
pemeriksaan silang, bila dibutuhkan.

8. Bila anda memilih CMS komersial, perhatikan bahwa anda membeli
lisensi yang sesuai dengan kondisi organisasi anda. Tidak kurang dan
tidak pula berlebihan. Pergunakanlah pelayanan purna jual dari
penyedia CMS anda sebaik mungkin, karena dengan demikian biaya
yang telah anda keluarkan dapat berbanding lurus dengan hasil yang
diperoleh. Mintalah selalu garansi terhadap produk yang dibeli.
9. Bila anda memilih untuk menggunakan CMS Open Source, perlu
disadari bahwa untuk jenis CMS yang satu ini tidak menyediakan
pelayanan purna jual seperti halnya CMS komersial. Jadi setiap kali ada
permasalahan dalam implementasinya, anda diharapkan dapat mencari
jalan keluarnya sendiri. Atau dengan mengunjungi berbagai forum
yang telah disediakan. Singkat kata, untuk menggunakan CMS Open
Source terkadang membutuhkan usaha lebih keras dan memakan
waktu yang banyak. Tapi semuanya dikembalikan kepada anda sendiri
sebagai pengguna.
10. Usahakan secara periodik memperbaharui software CMS yang anda
pakai, dengan demikian dapat menjamin kemutakhiran software dan
anda dapat menikmati semua feature yang ditawarkan dengan baik.
Web Content Management System Dengan PHP dan MySql 9
- Pemelajaran
5.Langkah Pembuatan Aplikasi Web
Pengetahuan mengenai langkah yang akan ditempuh untuk membangun
sebuah Aplikasi Web sangatlah berguna supaya proses yang dilakukan lebih
terstruktur dan terorganisir.
Langkah-langkah untuk membangun Aplikasi Web berbasis PHP dan MySQL
dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu :
1. Analisis
a. Membangun sistem yang secara konseptual menunjukkan bagaimana data/informasi akan diorganisasikan, diakses, dimanipulasi, dan ditampilkan, serta bagaimana navigasinya.
b. Aplikasi dapat digunakan lebih dari satu pengguna ( share dengan menggunakan suatu authentication system.
2. Arsitektur
a. Arsitektur data : menentukan sumber data (HTML, file, database) apa saja yang dibutuhkan, dimana letaknya, dan bagaimana cara mengaksesnya.
b. Arsitektur perangkat lunak : menentukan apa saja yang akan dibuat sebagai program PHP, apa saja yang akan dibuat sebagai ungsi yang dibuat dengan PHP, bagaimana menggunakan dan bagaimana cara memanggilnya.
c. Arsitektur tampilan : mendesain tata letak dan tampilan.
d. Arsitektur infrastruktur : menentukan di server mana website akan diletakkan, dimana program PHP akan dijalankan, platform komputer apa yang akan digunakan.
3. Implementasi
a. Membuat halaman-halaman ( file) template.
b. Membangun dan menguji kode program PHP dan fungsi-fungsi yang digunakan.
c. Menginstal komponen infrastruktur yang dibutuhkan.
d. Menginstal dan menjalankan system.
6. Contoh Model CMS
ADMIN
USER
CMS
WEB
PENGGUNA
6.1 Aspek-aspek yang dibangun
Ada 3 aspek yang akan dibangun yakni :
1. User Area;
2. CMS;
3. Website Pengguna.
Untuk lebih detilnya 4 aspek diatas akan dipaparkan dalam uraian berikut :
User Area
Adalah pengguna CMS yang telah diberi akses dan kewenangan berdasarkan
level. Akan ada dua level pengguna yakni admin dan user biasa yang satu sama lain
memiliki kewenangan dan ruang lingkup yang berbeda.
Admin Area
Disini administrator CMS mempunyai kewenangan sebagai superuser
yang mengatur pengguna dan kewenangannya. Hanya ada satu user
administrator sebagai superuser.
Admin, pengguna yang memiliki level Administrator memiliki beberapa
kewenangan diantaranya pengaturan user meliputi :
- Membuat user baru
- Mengaktifkan dan non-aktifkan user
- Menghapus User
User Biasa
User yang diberi hak untuk menggunakan CMS dapat dengan leluasa
mengatur dan mengelola data yang ada pada websitenya. Adapun beberapa
hal yang bisa dilakukan oleh pengguna tersebut adalah :
- Pengaturan Navigasi (menu).
- Pengaturan Kategori Halaman.
- Pengaturan Isi Halaman
- Pengaturan Modul-modul (Berita, Buku Tamu, Jajak Pendapat)
- Pengaturan Profil
- Perubahan Password, Theme dll
CMS
Interface yang digunakan pangguna untuk mengelola websitenya secara
online. Didalamnya terdapat file-file PHP yang digunakan sebagai bahasa yang
digunakan untuk berkomunikasi dengan resources yang ada di server. CMS yang
akan dibangun memiliki beberapa komponen diantaranya Menu Utama, Kategori
Halaman, Halaman dan beberapa modul tambahan seperti Berita, Buku Tamu dan
Jajak Pendapat. Selain itu tersedia pula keperluan untuk konfigurasi profil dan
informasi websi e pengguna. t
Setiap pengguna yang telah memiliki akses login user selain admin akan
masuk ke interface user area, di user area pengguna dapat dengan leluasa
mengelola database untuk websitenya.
Halaman
Menu untuk pengaturan halaman-halaman website pengguna diantaranya :
• Menu Utama
• Kategori Halaman
• Halaman
• Modul-modul
Ada beberapa modul yang akan ditambahkan dalam CMS ini diantaranya :
• Berita
• Buku Tamu
• Jajak Pendapat
• Pengaturan
• Informasi Pengguna
Pengguna bisa melakukan beberapa proses pembaharuan data yang
berkaitan dengan data atau profile pengguna, termasuk didalamnya
merubah password untuk login ke sistem.
• Informasi Website
Pengguna bisa melakukan beberapa proses pembaharuan data yang
berkaitan dengan informasi yang disampaikan di website.
Website Pengguna
Website pengguna berupa template akan dijadikan sebagai interface yang
akan menampilkan database yang dikelola oleh CMS. Berita, Menu, Halaman dan beberapa modul akan menjadi isi dari website tersebut yang secara online dikelola di CMS.Interface diluar CMS ini terdiri dari template yang didalamnya sama halnya dengan CMS disisipkan beberapa file atau fungsi yang dibuat dengan menggunakan PHP. Begitupun dengan beberapa modul yang dikelola di CMS misalnya berita, buku tamu dan jajak pendapat ditampilkan dalam bentuk file dan fungsi dengan menggunakan PHP.
6.2 Komponen Pembentuk Halaman CMS
Komponen pembentuk halaman CMS dapat digambarkan sebagai sebagai
berikut :
• User Area
• Halaman Modul Pengaturan
• Menu Utama
• Kategori Halaman
• Isi Halaman
• Berita
• Buku Tamu
• Profil Pengguna
• Website Pengguna
• Jajak Pendapat
• Halaman Login
• Gambar Diagram Komponen Halaman Pembentuk CMS
Halaman Login
Komponen form login digunakan untuk menampilkan form isian nama
pengguna dan password untuk melakukan login ke sistem. Proses login akan
melibatkan database yang terpisah atau berbeda dengan database yang akan
digunakan oleh pengguna.
Pengguna CMS yang login akan di cek keberadaanya didalam database
admin, apabila berhasil kembali di cek status user yang memiliki username admin akan dialihkan ke admin area dan selain username admin (pengguna biasa) akan dialihkan ke user area. Di admin area, administrator akan menggunakan database admin dan di user area tiap user akan menggunakan databasenya masing-masing sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh administrator untuk dikelola melalui Aplikasi CMS.
User Area
Secara umum operasi yang bisa dilakukan disetiap halaman adalah tambah,
edit data dan hapus data. Setiap pengguna memiliki waktu 1 jam dalam setiap kali dia login ke sistem sehingga ketika waktu 1 jam itu habis, pengguna harus
melakukan login kembali ke sistem. Dengan alasan keamanan sistem penyimpanan data di cookies di setting 1 jam. Cookies adalah mekanisme penyimpanan sebuah variabel data pada sisi client browser. Untuk mendeklarasikan sebuah cookies menggunakan fungsi setcookies(). Cookies adalah bagian dari HHTP header, sehingga cookies harus dideklarasikan sebelum program mengirimkan outpu apapun ke client browser.Mekanisme menyimpanan variabel data dengan cookies pilih dengan pertimbangan penghematan bandwidth yang akan dipakai. Program akan terlebih dahulu mengecek keberadaan cookies di sisi client sebelum memproses program
selanjutnya yang cenderung akan memakai bandwidth yang cukup besar.
Kelemahan dari mekanisme ini adalah disisi client browser pengaturan cookies harus dalam keadaan enable dan apabila cookies di pengaturan cookies disable maka program tidak bisa berjalan sempurna.
Halaman
Menu untuk pengaturan halaman adalah sebagai berikut :
Menu Utama
Pengaturan Menu utama di CMS mempermudah pengguna untuk
menentukan menu apa saja yang akan bertindak sebagai menu utama dihalaman
webnya, maksimal menu utama yang dapat di masukan adalah sebanyak 5 menu
utama. Pengguna bisa melakukan proses tambah, editing dan hapus seperti yang
digambarkan dalam Tabel Kewenangan.
Kategori Halaman
Setiap halaman akan memiliki kategori yang telah dibuat oleh pengguna
di menu kategori halaman ini. Pengguna bisa melakukan proses tambah,
editing dan hapus pada setiap kategori yang dibuat seperti yang digambarkan
dalam Tabel Kewenangan.
- Pemelajaran
Isi Halaman
Setiap halaman website pengguna dapat dimanipulasi di menu halaman
ini, mulai dari tambah halaman, edit dan hapus halaman.
Proses editing halaman semakin mudah dikarenakan form editing telah
menggunakan editor WYSIWYG yang menyerupai word processor sehingga
pengguna dapat membuat isi halaman websitenya seolah-olah menggunakan
aplikasi Ms. Frontpage.
Modul-modul
Beberapa modul tambahan yang disertakan dalam CMS ini adalah modul
yang umum digunakan dalam sebuah website, diantaranya modul berita, buku tamu
dan jajak pendapat. Dengan adanya modul-modul tersebut akan membuat website
lebih dinamis dan interaktif dengan pengunjung.
Modul Berita
Layaknya portal detik.com, pengguna dapat secara online memasukan
berita dan mengatur informasi yang akan ditampilkan di websitenya. Modul
berita juga telah disertai dengan editor WYSIWYG. Pengguna bisa melakukan
proses tambah, editing dan hapus pada berita yang telah dibuatnya seperti
yang digambarkan dalam Tabel Kewenangan.
Modul Buku Tamu
Pengunjung terkadang memberikan saran serta kritik untuk website kita
baik itu yang positif maupun yang negatif, maka perlu kiranya kita mengatur
buku tamu tersebut supaya buku tamu website kita tetap dapat disimak baik
dan nyaman oleh setiap pengunjung lainnya. Dalam modul buku tamu,
pengguna sebagai administrator websitenya dapat pula memberikan komentar
atas pesan yang sebelumnya pernah diberikan pengujung dalam buku tamu
tersebut. Pengguna bisa melakukan proses tambah, editing dan hapus pada
setiap tamu seperti yang digambarkan dalam Tabel Kewenangan.
Modul Jajak Pendapat
Untuk mengambil suatu keputusan kita pasti akan memerlukan pendapat
dari orang lain, untuk itu jajak pendapat ini bisa pengguna gunakan dengan
maksimal. Pengguna bisa memasukan beberapa pertanyaan begitupun dengan
jawaban yang diharapkan dari setiap pertanyaan yang telah dibuat.
Hanya satu jajak pendapat yang bisa diaktifkan meskipun ada beberapa
jajak pendapat yang telah dibuat oleh pengguna sebelumnnya.
Pengaturan
CMS disertai pula dengan beberapa pengaturan untuk keperluan pengguna,
meliputi pengaturan profil pengguna dan pengaturan untuk websitenya.
Pengaturan Profil Pengguna
Pengguna dapat mengubah informasi dirinya sesuai data yang
sebenarnya, meliputi nama, email, dll. Pengguna juga dapat melakukan
perubahan password yang digunakan untuk masuk ke sistem CMS dan
mengubah theme/tampilan sesuai dengan keinginan pengguna.
Informasi pengguna ini merupakan informasi yang akan diberikan ke
Administrator CMS sebagai data.
Pengaturan Website Pengguna
Judul website, kontak person, email administrator dll. dapat dilakukan oleh
pengguna di CMS ini, sehingga hampir keseluruhan informasi website dapat
dilakukan dengan leluasa di CMS.
Pengguna bisa melakukan proses tambah, editing dan hapus pada setiap
komponen seperti yang digambarkan dalam Tabel Kewenangan.
Kewenangan
Komponen
Tambah Edit Hapus
Halaman
Modul
Pengaturan
- Profil Pengguna
- Pengaturan website
-Tabel Kewenangan
- Penutup
Bab III . Penutup

Rabu, 06 Mei 2009

TEKNOLOGI INFORMASI

A.Pengertian Teknologi

Istilah teknologi informasi akhir – akhir ini sering terdengar di setiap pemberitaan baik media cetak maupun elektronik.Teknologi informasi berasal dari kata technology dan information.Sudah menjadi kebiasaan sehari – hari untuk menyebutkan istilah tersebut.Menurut Indrajit (2000) Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran data/informasi tersebut dalam batas – batas ruang dan waktu.

A.1 Aplikasi Internet Explorer

Untuk mengakses sebuah Informasi kita harus mengaitkan diri pada suatu alamat sumber di Internet.Supaya hal tersebut dapat dilakukan maka diperlukan sebuah program aplikasi yang disebut dengan Web Browser.Dengan batuan Web Browser kita dapat dengan leluasa menamplikan atau mengelola materi yang tersedia dalam jaringan Internet.Web Browser dapat di asumsikan sebagai alat pemandu dalam menjelajahi Internet dan mengexplorasi seluruh informasi yang berada didalamnya.Salah satu Web Browser yang sering di gunakan adalah WWWyang lebih kita kenal dengan sebutan World Wide Web.

A.2 Pengenalan Aplikasi Web

Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini,internet menyediakan banyak aplikasi.Salah satu aplikasi yang dikenal dan digunakan oleh banyak orang adalah World Wide Web(WWW).Demikian populernya hingga banyak orang mengidentikan web dengan internet.Secara Teknis,Web adalah sebuah system dimana informasi dalam bentuk teks,gambar dan suara dll ayang tersimpan dalam web server di presentasikan dalam bentuk teks umumnya ditulis dengan format HTML(Hyper Text Markup Languange)informasi lainya disajikan dalam bentuk grafis(dalam format JPG,GIF,dan PNG),suara (dalam format AU atau WAV) dan objek multi media lainya (sepeti midi,shockwave,Quictime,movie dan 3D World).WWW memiliki perkembangan yang sangat cepat karena dengan layanan ini kita bisa menerima informasi dalam bentuk format multi media.Untuk mengakses layanan ini dari sebuah computer digunakan program Webclient yang disebut dengan Web Browser.Jenis – jenis browser yang sering digunakan adalah Nestcape Navigator/Cominucation,Internet Explorer,Arena,Mozila Firefox,Opera dan NSCA Mozaic.